Sabtu, 20 Mei 2017

Cara Merawat Produk dari Bahan Keras

.Cara Merawat Produk Kerajinan Bambu

Bicara tentang bambu, bambu seringkali kita temui di berbagai macam tempat yang ada di indonesia, dan bambu juga banyak sekali manfaat nya, contoh nya seperti pada zaman penjajahan, dulu para pahlawan indonesia menggunakan bambu sebagai alat untuk melawan para penjajah, para pahlawan indonesia menggunakan bambu dengan cara membuat bambu runcing, yang di mana ujung bambu di tajamin, agar bambu tersebut dapat berguna untuk melawan para penjajah.

Namun, seiring berganti nya zaman, Bambu tidak hanya berguna untuk bambu runcing saja, tetapi sekarang banyak sekali manfaat nya, karena dengan bambu,, kita dapat membuat berbagai macam kerajinan, seperti, membuat kursi dari bambu, membuat meja dari bambu, membuat asbak dari bambu, dan lain - lain. berikut cara merawan bambu dengan baik.

1. Tempatkan produk kerajinan ( Bambu ) di tempat yang tidak terkena langsung dengan sinar matahari dan hindari juga bambu dari air hujan karenan akan menyebabkan atau memperpendek usia bambu.
2. Hindari permukaan bambu yang langsung terkena tanah. Karena bambu akan menyerap air, sehingga muncul nya jamur yang dapat merusak pemandangan.
3. Sebaiknya bambu di finising yang fungsinya untuk mencegah air mudah merembes ke serat kayu.

Cara Merawat produk kerajinan Batu

Yang namanya batu sudah tidak asing lagi untuk di dengar, bahkan di setiap jalanan banyak sekali batu yang bisa kita temui dengan ukuran yang berbeda beda. bahkan di seluruh dunia pun terdapat banyak batu, selain bambu, batujuga memiliki banyak manfaat, seperti, rumah di buat dari batu, patung yang di ukir dari baru, asbak yang terbuat dari batu, bahkan cobek pun terbuat dari batu. Berikut cara merwatnya.

1. Bersihkan kotoran berupa debu yang ada pada sela - sela batu, atau pada pori - pori batu. Dan semprotkan air pada pori - pori batu agar demu yang ada pada pori - pori baru menghilang.
2. Gunakan Sikat untuk membersihkan kotoran yang membandel.
3. Lakukan peng - Coating secara berulang sebanyak tiga lapis. Agar Produk kerajinan Batu Menjadi Awet dan terawat.

Cara merawat produk kerajinanRotan

Batang rotan biasanya langsing dengan diameter 2 - 5 cm, beruas - ruas panjang, tidak berongga, dan banyak dilindungi oleh duri - duri panjang, keras, dan tajam. duri ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri dari herbivora, sekaligus membantu pemanjatan, karena rotan tidak di lengkapi dengan sulur.

1. Gunakan lap kering untuk menghindari debu, dan lakukan pembersihan seminggu sekali. Jangan membersihkan menggunakan bahan kimia yang dapat merusak produk kerajinan bambu.
2. Gunakan Detergen untuk menghilangkan debu yang terdapat di sela - sela  produk kerajinan Rotan. Kemudian Lap dengan kain kering.
3. Simpan atau tempatkan Produk kerajinan ( Rotan ) di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, Agar rotan tidak cepat pudar.
4. Gunakan larutan kamper dan minyak tanah agar terhindar dari rayap.

diakses pada 20/05/17 21:54
sumber :http://solidaraslaemi.blogspot.com/2016/05/cara-merawat-produk-kerajinan-rotan.html

Contoh cara membuat produk dari bahan keras

saya akan memberi tips supaya anda bisa membuat nya dirumah,dan berkualitas tinggi.

  1. Alat dan Bahan
Disini alat dan bahan yang kita butuhkan untuk membuat hiasan dari batok kelapa cukup sederhana dan mudah untuk didapatkan.
  • Alat yang diperlukan yaitu :
  1. Golok
  2. Gergaji besi kecil
  3. Pisau
  4. Sendok
  5. Gunting
  • Bahan yang diperlukan yaitu :
  1. Batok kelapa
  2. Amplas
  3. Lilin
  4. Minyak sayur
  5. Lem alteco

CARA PEMBUATAN
  1. Cara pembuatan / Urutan pembuatan kerajinan batok kelapa.
  2. Belah batok kelapa menjadi 2, dengan bagian atas kecil dan bagian bawah besar.
  3. Bersihkan kedua bagian isi batok kelapa dengan menggunakan sendok,
  4. Setelah bersih baru proses pengamplasan, amplaslah kedua bagian batok, dimulai dari bagian luar dahulu yang kita amplas, sampaih alus dan warna menjadi agak coklat tua.
  5. Lalu amplas ke dua bagian dalam batok kelapa sampai halus.
  6. Bersihkan debu dari sisa amplas mengunakan lap.
  7. Nyalakan api diujung lilin.
  8. Putar-putar bagian luar batok diatasa api lilin, setelah batok berwarna hitam, laplah batok kelapa dengan kain yang sudah diberi minyak sayur.
  9. Lakukan ini 2-3 kali untuk menghasilkan warna batok kelapa menjadi coklat tua agar warna menjadi menarik.
  10. Satukan ke dua bagian batok dengan menggunakan lem alteco.
  11. Bagian batok yang kecil ujungnya dipasang pada bagian bawah batok yang besar. Sehingga menyerupai gelas.
  12. Diamkan sejenak, tunggu sampai lem kering, dan merekat kuat dari kedua bagian batok tersebut.
  13. Untuk lebih menarik lagi berilah hiasan pada bagian luar kerajianan batok. Seperti hiasan dari krang untuk ditempelkan di bagian luar membentuk bunga.
  14. Proses pembuatan selesai.
 diakses pada : 20/05/17 21:49

Mendesain&Pengemasan Produk Kerajinan Bahan Keras Yang Dipilih

1.     Merancang Produk Kerajinan Ukir Kayu
Merancang sering kita kenal dengan istilah ”desain”. Jadi dalam hal ini merancang gambar desain awal dalam membuat sebuah produk kerajinan sebelum dibuat. Adapun kelengkapan dalam gambar rancangan tersebut sebaiknya mencakup: gambar tampak depan, tampak samping dan tampak atas serta ukurannya yang jelas. Selain itu, harus ada gambar potongannya dan gambar perspektifnya. Kelengkapan gambar tersebut diharapkan memudahkan perajin yang akan mengerjakan produk kerajinan tersebut, tidak kesulitan dan tidak terjadi kesalahan.

2.     Bahan Pendukung Produk Kerajinan Ukir Kayu
Bahan yang digunakan untuk membuat karya kerajinan ukir kayu harus diperhatikan, baik dari jenis kayu ataupun dari kualitas tekstur kayunya, karena akan memengaruhi dan menentukan hasil dari produk yang akan dibuat. Tidak semua bahan kayu dapat diukir dengan kualitas standar. Bahan ukiran kayu harus dipilih jenis kayu yang memiliki serat padat, lurus, tidak terlalu keras, dan tidak mudah pecah serta kembang susutnya rendah.
Jenis kayu yang baik untuk pekerjaan ukiran dan yang biasa digunakan di sentra-sentra ukiran di Indonesia antara lain: kayu jati, mahoni, cendana, eboni.

3.      Alat Pendukung Produk Kerajinan Ukir Kayu
Peralatan yang digunakan untuk produksi kerajinan kayu harus standar dan sesuai dengan fungsinya. Jika benda yang akan dikerjakan produk ukiran, maka yang digunakan adalah seperangkat peralatan ukir. Jika untuk kerja sekrol maka peralatan sekrol yang digunakan. Alat finishing disesuaikan juga dengan teknik dan bahan finishing apa yang akan digunakan.

4.     Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja merupakan sikap pada saat kita bekerja. Hal ini berhubungan dengan cara memperlakukan alat dan bahan kerja, serta bagaimana mengatur alat dan benda kerja yang baik dan aman karena berhubungan dengan orang atau manusianya.
Perlengkapan dan manfaat kesehatan dan keselamatan kerja dalam kerja ukir antara lain seperti berikut :
a.       Sebelum bekerja hendaknya memastikan terlebih dahulu tentang ruangan yang bersih dan terang serta fentilasi udara yang cukup supaya ruang kerja menjadi nyaman.
b.      Pakailah pakaian kerja untuk melindungi dan menghindari kotoran kayu pada saat kerja ukir.
c.       Pakailah sepatu kerja, pada saat kerja ukir agar terhindar dari kecelakaan/terkena pahat apabila jatuh dari meja kerja.
d.       Jika perlu, pakailah kaos tangan, terutama pada waktu kita sedang mengasah pahat dan merawat pahat agar tangan kita tidak terluka dan tidak kotor.
e.       Masker, digunakan pada waktu kita sedang membersihkan ukiran, pengamplasan danfinishing.
f.       Jika sedang bekerja tidak diperkenankan bergurau/ bercanda, karena dikawatirkan akan terjadi kecelakaan kerja.
g.       Atur yang rapi pahat ukir di atas meja sehingga tidak berantakan dan akan memudahkan ketika memilih pahat saat bekerja.
h.      Jika sudah selesai bekerja, kita wajib membersihkan kotoran sisa pahatan kemudian mengembalikan pahat pada tempatnya.
i.        Limbah dikelola dengan baik.

5.       Proses Produksi Kerajinan Ukir Kayu
Proses kerja dilakukan sesuai prosedur yang benar sehingga dapat menghindari kesalahan-kesalahan dan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut adalah langkah-langkah kerja yang harus dilakukan ketika akan melakukan kerja mengukir.

1)   Penyiapan bahan
Prinsip kegiatan penyiapan bahan adalah menyiapkan kayu yang akan diukir sesuai ukuran yang ditentukan. Kegiatan ini meliputi mengukur, memotong, dan menghaluskan permukaan kayu.
2)   Penyiapan alat
Prinsip kegiatan penyiapan alat adalah memilih alat yang akan digunakan dan mengondisikan alat dalam keadaan siap pakai sehingga benar-benar siap digunakan untuk mengukir. Alat yang tumpul harus diasah hingga tajam.

3)   Membuat Rancangan/Gambar Kerja
Sebelum menentukan benda kerja/produk terlebih dahulu mendesain karya kerajinan yang akan dibuat. Pelajarilah beberapa motif yang bisa diukir serta di mana penerapannya. Hal ini dapat diawali dengan belajar membuat sketsa-sketsa desain yang paling sederhana yaitu dengan motif-motif geometris dan penerapannya. Contoh motif geometris dan penerapannya pada produk kerajinan.


4)     Menyiapkan Pola  
Prinsip penyiapan pola adalah menyiapkan atau membuat gambar sesuai bentuk dan ukuran yang akan diukir. Gambar pola ini sekaligus akan digunakan sebagai acuan/pedoman untuk kerja mengukir supaya bentuk dan ukuran tidak menyimpang dari ketentuan.

5)   Menempel Pola pada Papan yang Sudah Disiapkan
Setelah proses memola selesai, maka langkah selanjutnya adalah menempel pola pada papan yang sudah disiapkan. Caranya : papan diberi lem secukupnya dan diratakan, pola direkatkan pada papan yang sudah diberi lem, dari satu tepi ke tepi yang lain kemudian pola ditekan pelan-pelan hingga posisi gambar rata, halus dan tepat.

6)    Menyekrol (krawangan)
Menyekrol adalah proses melubang/memotong motif menjadi tembus yang sering disebut ukir krawangan. Proses ini tidak selalu dilakukan dalam proses mengukir, bergantung pada keinginan dalam membentuk ukirannya. apakah menginginkan ukiran krawangan atau tidak.

7)    Memahat Awal (getak’i)
Permulaan pekerjaan mengukir adalah membuat “bukaan” ukiran. Bukaan adalah membentuk ukiran secara garis besar dan dalam keadaan kasar dan global. Pada tahapan ini, diperlihatkan arah dan bentuk ukiran, seperti: bentuk bulat, cekung, tinggi atau rendah sebatas getakan garis pola sehingga jika gambar atau pola yang telah ditempel terkelupas, motifnya tidak hilang.

8)      Memahat Bagian Dasaran (lemahan)
Memahat pada dasaran/ lemahan dilakukan apabila ukirannya tidak tembus/ krawangan, sehingga motifnya akan terlihat jika lemahannya sudah selesai di buat. Ini salah satu contoh proses lemahan pada bidang ukiran motif yang lain.

9)     Membentuk ukiran
Proses ini merupakan proses pembentukan tinggi rendahnya motif, atau timbul cekungnya motif sehingga membentuk sebuah ukiran yang indah dan menarik.

10)    Memberi Benangan (Coretan) pada Motif

Membuat garis-garis pecahan pada ukiran yang sudah terbentuk secara halus sesuai dengan gambar, sehingga bentuk lebih hidup, dinamis termasuk bentuk cawenannya.

11)    Mengampelas (menghaluskan)
Pengampelasan dilakukan setelah proses mengukir selesai. Pengampelasan harus dilakukan dengan hati-hati karena jika pengampelasan dilakukan sembarangan, pengampelasan akan merusak bentuk ukiran yang sudah bagus. Pemilihan kasar halusnya kertas ampelas juga harus benar, jangan sampai ukiran yang sudah halus kemudian rusak akibat penggunaan kertas ampelas yang kasar.

12)     Finishing
Finishing sangat menentukan hasil akhir dari pembuatan karya ukiran. Oleh karena itu tahap ini harus dilakukan secara hati-hati dan benar supaya hasil akhir menjadi lebih baik. Finishing merupakan proses penyelesaian akhir sebuah pekerjaan. Finishing pada contoh proses berkarya di atas dapat menggunakan bahan politur teknik kuas dan oles. Jika proses finishing selesai dilanjutkan dengan pemasangan gantungan


diakses pada : 20/05/17 21:04
sumber:http://xiag1laelatulfitriyah.blogspot.co.id/2016/05/bab-1-kerajinan-bahan-keras-pkw-kelas.html

Aneka Produk Kerajinan Bahan Keras

a. Kerajinan Logam

Kerajinan logam merupakan bahan logam,seperti besi,perunggu,emas, dan perak. Teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem ukir,cor,tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Logam memiliki sifat keras, sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah.

b. Kerajinan Kayu

Negara Indonesia merupakan daerah tropis yang sebagai besar wilayahnya diisi oleh lautan dan juga hutan. Hutan yang tersebar di Indonesia sangat memiliki keuntungan bagi Indonesia karena Hutan adalah tumbuhan yang sangat banyak manfaatnya bagi manusia. Sehingga ini bisa menjadi keuntungan bagi para perajin untuk membuat seperti kayu,lemari,meja dan lain-lain.

c.Kerajinan Bambu

Bambu dapat dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai estetis dan ekonomi tinggi. Beberapa teknik dalam pembuatan kerajinan bahan alam dan bambu adalah teknik anyaman dan teknik tempel atau sambung.

d. Kerajinan Rotan

Rotan merupakan hasil kekayaan alam yang sangat besar di Indonesia. Pulau yang paling banyak menghasilkan rotan adalah Kalimantan. Contoohnya seperti meja,kursi,dan lain-lain.]

e. Kerajina Batu

Indonesia sangat kaya akan bebatuan,jenisnya beraneka ragam. Daerah kalimantan merupakan penghasil batu warna yang dinilai sangat unik. Teknik pengolahan untuk batu hitam dan batu padas banyak menggunakan teknik pahat dan teknik ukir. Kerajinan batu banyak digunakan untuk hiasan interior dan eskterior

f. Kerajinan Kaca Serat

Kaca Serat ( fiberglass) adalahs serat gelas berupa kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis. Serat ini dapat dipintal kembali menjadi benang atau ditenun menjadi kain,kondisi sudah siap pakai. Kemudian,diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi.


diakses pada : 20/05/17 20:45

Motif Ragam Hias Produk Kerajinan Bahan Keras

Produk kerajinan dari beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal di mancanegara sejak zaman dahulu. Keanekaragaman produk kerajinan tersebut memiliki motif dan ragam hias yang khas di setiap daerah. Setiap motif dan ragam hias mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan juga nasihat. Beberapa daerah yang terkenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya. Kita perlu mengenal dan melestarikan motif dan ragam hias Nusantara. 


Disekolah kita sudah mempelajari tentang motif ragam hias pada karya kerajinan dari bahan lunak. Semoga kita dapat dapat mengeksplorasi berbagai macam motif ragam hias pada karya kerajinan berbahan keras yang ada di kita dan di wilayah Nusantara.

diakses pada 20/05/17 20:28

Teknik Pembuatan produk kerajinan Bahan Keras

Beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan keras, antara lain seperti berikut.
  1. Teknik Cor (cetak tuang)
Teknik cor sudah ada ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, bangsa Indonesia mulai mengenal teknik pengolahan perunggu. Terdapat beberapa benda kerajinan dari bahan perunggu seperti gendering perunggu, kapak, bejana, dan perhiasan.
1) Teknik Tuang Berulang (bivalve)
Disebut teknik menuang berulang kali (bivalve), karena menggunakan dua keping cetakan yang terbuat dari batu dan dapat dipakai berulangkali sesuai dengan kebutuhan (biberarti dua dan valve berarti kepingan). Teknik ini digunakan untuk mencetak benda-benda yang sederhana, baik bentuk maupun hiasannya.
2) Teknik tuang sekali pakai (a cire perdue)
Teknik tuang sekali pakai (a cire perdue) dibuat pada benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit, seperti arca dan patung perunggu. Teknik ini diawali dengan membuat model dari tanah liat. Selanjutnya model dilapisi lilin, lalu ditutup lagi dengan tanah liat, kemudian benda dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga. Tuangkan perunggu ke dalamnya. Setelah dingin, cetakan tanah liat dapat dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang diinginkan.
  1. Teknik Etsa
Kata etsa berasal dari bahasa Belkamu atau Jerman, yaitu etchyang berarti memakan, berkorosi, atau berkarat, Kata etchingberarti mengetsa. Benda-benda dari logam dapat dietsa dengan merendam dalam larutan etsa (larutan asam). Untuk melindungi bagian yang tidak ingin teretsa oleh pengikisan larutan asam ini, seluruh permukaannya dilapisi dengan bahan penolak asam, yaitu resist (bahan pelindung). Sementara itu, bagian-bagian yang terpilih untuk dietsa sesuai dengan desain dibiarkan terbuka dan terkena pengikisan asam. Secara perlahan-lahan, asam akan melarutkan dan mengikis tempat-tempat yang terbuka sampai tingkat yang diinginkan sehingga permukaannya turun sampai di bawah permukan aslinya. Sementara bagian logam yang dilindungi tetap utuh. Beberapa larutan atau bahan kimia yang secara terpisah dapat menggigit, mencerna, dan melarutkan logam, sangat bergantung pada jenis logam yang akan dietsa.
Larutan pengetsa ini terdiri atas larutan asam organik, asam mineral anorganik, atau campuran dari keduanya. Sebagian asam mempunyai daya kikis yang sangat baik untuk logam-logam tertentu, sedangkan sebagian asam lain ternyata hanya sedikit atau bahkan tidak mempunyai pengaruh sama sekali terhadap logam-logam tertentu lainnya. Kombinasi dari keduanya justru dapat melarutkan logam-logam di dalam larutan tersebut.
  1. Teknik Ukir
Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal sejak Zaman Batu Muda. Pada masa itu, banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda-benda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, zig-zag, dan segitiga. Umumnya ukiran tersebut selain sebagai hiasan juga mengandung makna simbolis dan religius.
Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh.
  1. Teknik Ukir Tekan
Teknik mengukir tekan adalah teknik membuat hiasan di atas permukaan pelat logam tipis dengan ketebalan sekitar 0,2 mm untuk pelat logam kuningan dan pelat logam tembaga sampai dengan 0,4 mm. Alat yang biasa digunakan untuk ukir tekan ini yaitu dibuat dari bahan tanduk sapi atau kerbau yang telah dibentuk sesuai kebutuhan ukir tekan. Jika tanduk sulit didapat, gunakan bambu ataupun kayu. Cara menggunakan alat ukir tekan ini ialah dengan menekan permukaan benda kerja mengikuti bentuk sesuai motif dari gambar yang telah ditentukan.
  1. Teknik Bubut
Dalam pekerjaan membubut, diperlukan alat pemotong yang berfungsi untuk mengiris, menyayat/ menggaruk dan membentuk benda ialah pahat bubut. Teknik bubut ini akan menghasilkan karya kerajinan yang simetris, bulat dan rapi. Contoh karya kerajinan dengan teknik bubut adalah asbak kayu, vas bunga dari kayu, benda-benda mainan.
  1. Teknik Anyam
Anyaman adalah seni kerajinan yang dikerjakan dengan cara mengangkat dan menumpangtindihkan atau menyilang-nyilangkan bahan sehingga menjadi suatu karya anyaman. Bahan keras dari karya kerajinan yang dapat menggunakan teknik anyaman, antara lain: bambu, rotan, dan plastik.

sumber : https://xiia42017madeleinerindy.wordpress.com/kerajinan-bahan-keras/
diakses pada 20/05/17 20:13

Selasa, 11 April 2017

unsur dalam kerajinan bahan keras

Didalam kerajinan pasti ada unsur unsur yang mengandungnya, seperti :

a. Unsur Estetika 
biasanya yang kita ketahui unsur estetika adalah unsur keindahan,keindahan ialah nilai-nalai estetis yang menyertai suatu karajinan. nilai-nilai keindahan memiliki 4 prinsip yaitu
1. kesatuan (unity)
2.keselarasan (harmoni)
3.keseimbangan (balance)
4.kontras (contras)
sehingga menimbulkan rasa senang

b. Unsur Ergonomis
unsur ini dikaitkan dengan adanya aspek fungsi atau kegunaan. 
seperti :
-Keamanan (security), 
-Kenyamanan (comfortable),
-Keluwesan (flexibility).

diakses pada 11/04/17 16:35